Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) terus berbenah dan melakukan percepatan di berbagai bidang. FIP yang saat ini sedang berbenah dalam pembangunan fisiknya juga tak luput dari pembenahan dalam bidang penguatan kerjasama nasional maupun internasional, peningkatan status akreditasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik dosen, mahasiswa maupun karyawan.

Pada bidang kerjasama internasional, FIP terus menguatkan kerjasama internasional di bidang pendidikan dan pengembangan. Tak hanya memperkuat kerjasama yang telah dilakukan sebelumnya, FIP juga terus mengembangkan kejasama baru untuk meningkatkan kualitasnya. Hal ini karena sudah saatnya FIP melakukan percepatan untuk berprestasi.

Kerjasama yang telah erat dengan Khon Kaen University Thailand dalam beberapa tahun ini akan mengalami peningkatan. Jika sebelumnya FIP telah melakukan kerjasama di bidang pertukaran mahasiswa dengan College of Local Administration (COLA) Khon Kaen University, mulai tahun 2016 lalu, FIP juga melakukan pertukaran mahasiswa dengan Faculty of Education Khon Kaen University Thailand. Kerjasama dengan Khon Kaen University juga akan berkembang dan dikuatkan lagi dalam hal penelitian bersama, pengiriman dosen untuk magang, pengiriman mahasiswa untuk transfer kredit, short course, penguatan karya mahasiswa, dan tentunya pertukaran mahasiswa.

“Harapannya dosen FIP bisa magang disana dan punya link supaya disamping mencari keilmuan juga bisa berwawasan internasional,” ujar Dekan FIP, Drs. Sujarwanto, M.Pd.

Tak hanya dalam tataran ASEAN, kerjasama internasional yang dilakukan FIP juga telah meluas. Pada bulan Mei ini, Dekan FIP, bersama dengan rektor dan jajarannya akan berkunjung ke Spanyol untuk menggelar kerjasama dengan Erasmus dalam bidang pengembangan pendidikan inklusif. Unesa tergabung dalam INDOEDUC4ALL bersama dengan 5 universitas lain dari Indonesia yakni Universitas Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN-SUKA Yogyakarta, IAIN Surakarta, dan Universitas Lambung Mangkurat.

Unesa tergabung dalam proyek kerjasama ini karena terus meningkatkan kualitasnya, tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam kepeduliannya dengan mahasiswa berkebutuhan khusus. Dekan FIP Unesa, Drs. Sujarwanto, M.Pd merupakan pendiri dan koordinator organisasi non-profit yakni Pusat Studi dan Layanan Penyandang Disabilitas (PSLPD) Unesa, sehingga pada tahun 2013 Unesa meraih “Inclusive Award” dari kementrian pendidikan.

University of Alicante (Spanyol) yang telah memiliki pengalaman dan ahli dalam bidang pengembangan pendidikan untuk penyandang disabilitas dan pendidikan inklusif menjadi project coordinator dalam kerjasama internasional ini. Selain itu, University of Piraeus (Greece) dan Glasgow Caledonian University (UK) juga akan ikut andil dalam pengembangan assessment, pelatihan, pelaksanaan pendidikan inklusif, serta dalam bidang konferensi dan publikasi. Unesa dan kelima universitas lainnya akan terlibat dalam kegiatan proyek dan akan bertanggungjawab melaksanakan kegiatan dalam institusi mereka. Lebih tepatnya melakukan self-assesment untuk menilai kepuasan stakeholders, mengidentifikasi kekuatan dan kelamahan dalam bidang pengembangan pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan, serta memperluas jaringan kerjasama.

Dalam menunjang kerjasama internasional ini, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu kuncinya. Seluruh civitas akademik ikut andil dalam suksesnya kerjasama internasional. Dosen dan mahasiswa dituntut untuk melakukan pengembangan kompetensi baik di bidang penulisan karya ilmiah, maupun penguatan bahasa inggris.

“Semoga kerjasama yang baik ini bisa membawa nama FIP makin berkibar, paling tidak di ASEAN, bahkan dunia internasional” harap Drs. Sujarwanto, M.Pd.

Selain peningkatan kerjasama internasional, fakultas tertua di Unesa ini pun terus meningkatan status akreditasi prodi yang dimilikinya. Akreditasi merupakan salah satu indikator kualitas suatu perguruan tinggi, baik itu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Akreditasi juga menjadi sebuah aset penting untuk menetapkan posisi sebuah lembaga. Melalui akreditasi, masyarakat dapat menilai mutu suatu lembaga. Hal ini karena akreditasi merupakan penentuan standar mutu dan penilaian suatu lembaga pendidikan oleh pihak di luar lembaga yang independen.

Tujuan dan manfaat akreditasi adalah untuk memberikan jaminan bahwa program studi yang terakreditasi telah memenuhu standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT. Selain itu, adanya akreditasi akan mendorong program studi untuk terus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu. Manfaat lain dari akreditasi adalah bagi lulusan yang ingin bekerja, beberapa instansi mensyaratkan akreditasi minimal.

Mutu program studi merupakan cerminan dari totalitas input, proses, dan output, serta layanan/kinerja program studi yang diukur berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Perbaikan mutu program studi secara berkelanjutan perlu peningkatan SDM serta sarana dan prasarana. FIP terus mendorong dosen-dosennya untuk melahirkan karya, baik itu buku, bahan ajar, artikel, prosiding, atau jurnal terindeks SCOPUS-THOMSON. Dalam menunjang hal tersebut, FIP terus melakukan pelatihan pembuatan karya ilmiah dan dan peningkatan kualitas dosen dalam melakukan proses pembelajaran. Selain itu, dalam bidang kemahasiswaan juga terus dipacu untuk melahirkan prestasi. Berbagai pelatihan mahasiswa, baik di tingkat fakultas maupun program studi/juruan terus digelar untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing mahasiswa.

Selain peningkatan SDM, peningkatan sarana fisik juga diperlukan. Hal ini perlu agar seluruh civitas akademik merasa nyaman berada di kampus, sehingga produktivitas dosen dan mahasiswa akan meningkat. Penataan sarana fisik seperti ruang kelas yang nyaman, ruang laboratorium, ruang tata usaha, perpustakaan, aksesibilitas, penataan taman, penghijauan dan lainnya diperlukan karena semua hal tersebut akan bermuara pada akreditasi.

“Dari delapan prodi yang ada di FIP, empat prodi telah terakreditasi A dan tiga prodi terakreditasi B, dan masih ada satu prodi yang masih dalam proses,” ujar Dekan FIP, Drs. Sujarwanto, M.Pd.

Delapan prodi yang ada di FIP, empat diantaranya, yakni Pendidikan Luar Biasa, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Luar Sekolah, dan Bimbingan Konseling telah terakreditasi A. Sedangkan Psikologi. Manajemen Pendidikan, serta Kurikulum dan Teknologi Pendidikan terakreditasi B. Dan untuk prodi PGSD saat ini masih dalam proses akreditasi, dengan harapan mampu memperoleh untuk mendapatkan akreditasi A.

“Targetnya, FIP akan menambah satu prodi yang terakreditasi A, yakni PGSD, sehingga akan berjumlah 5 prodi yang terakreditasi A,” harapnya. (lina mezalina)

 

repost from : https://fip.unesa.ac.id/blog/fip-perkuat-kerjasama-internasional-dan-akreditasi-prodi/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *